Keterkaitan
Model Pembelajaran Problem-Based
Instruction dengan Kemampuan Kreativitas Matematis
2.1
Kemampuan
Kreativitas Matematis
Kreativitas merupakan salah satu karakter yang dimiliki oleh setiap
manusia. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam keseharian seseorang namun
juga dalam belajar. Dalam belajar matematika perlu diberikan kepada semua perserta didik mulai dari
dini untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis,
sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama, khususnya, kreativitas dibutuhkan dalam
proses memecahkan masalah. Perlu diketahui bahwa untuk menemukan solusi dari
suatu masalah diperlukan kombinasi berpikir antara kemampuan berpikir analitis
dengan kemampuan berpikir kreatif. Secara tidak langsung kreativitas dapat
membantu seorang siswa untuk menyelesaikan sebuah masalah matematika bahkan
dengan cara yang berbeda.
Munandar (1999) mengatakan bahwa berpikir kreatif
(juga disebut berpikir divergen) ialah memberikan macam-macam kemungkinan jawaban
berdasarkan informasi yang diberikan dengan penekanan pada keragaman jumlah dan
kesesuain. Puccio dan Mudock (Costa, ed., 2001), bahwa dalam berpikir kreatif
memuat aspek ketrampilan kognitif dan metakognitif antara lain mengidentifikasi
masalah, menyusun pertanyaan, mengidentifikasi data yang relevan dan tidak
relevan, produktif, mengahasilkan banyak ide, ide yang berbeda dan produk
atau ide yang baru dan memuat disposisi yaitu bersikap terbuka, berani
mengambil posisi, bertindak cepat, bersikap atau berpandangan bahwa sesuatu
adalah bagian dari keseluruhan yang kompleks, memanfaatkan cara berpikir orang
lain yang kritis, dan sikap sensitif terhadap perasaan orang lain.